Berikut adalah sedikit tentang kangen band yang saya ambil dari kompas

… Band bentukan 4 Juli 2005 itu kini tengah mencicipi ujung dari sebuah popularitas. Album pertama Aku, Kau & Dia yang dirilis Warner Music Indonesia (WMI) pada Februari 2007 terjual sekitar 300.000 keping. Ini termasuk angka cukup tinggi mengingat artis terkenal pun saat ini cukup sulit untuk meraih angka penjualan 50.000 kopi.


Mereka lahir dari realitas kehidupan rakyat jelata, bukan produk reality show. Dodhy pernah menjadi kuli bangunan. Bebe yang bernama lengkap Novri Azwat (18) membantu orangtua jualan nasi uduk di depan Rumah Sakit Abdul Muluk, Bandar Lampung. Rustam Wijaya (22) alias Tama adalah penjual sandal jepit. Iim bekerja di bengkel motor, sedangkan Andika (23), sang vokalis, adalah penjual cendol keliling.

“Makanya suara keras karena biasa teriak-teriak jualan cendol,” seloroh rekannya.

Pasar massal dalam dunia dagang adalah kelompok konsumen paling besar untuk produk tertentu. Lebih spesifik lagi pasar massal untuk Kangen Band tersebut adalah kelompok C dan D. Mereka, dari parameter daya beli, adalah kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Di telinga Jusak, Kangen Band menawarkan materi dengaran yang agak berbeda, yaitu adanya sentuhan Melayu dan Mandarin pada beberapa lagu mereka, seperti pada lagu Tentang Bintang atau juga Adakah Jawabnya.

“Dan lirik lagu agak kampungan itu tadi ha-ha-ha….” kata Jusak.

 

Saya percaya bahwa fenomena kangen band memancing berbagai macam opini baik itu dari kalangan masyarakat maupun musisi baik itu pro dan kontra. Namun beda orang beda pula pendapatnya. Berikut ini adalah beberapa reaksi orang-orang terhadap fenomena tersebut, diantaranya :

  1. Salut, dilihat dari sisi perjuangan, latar belakang kehidupan mereka hingga bisa mencapai seperti sekarang ini terlepas dari apa yang band tersebut hadirkan.
  2. Nge-fans berat love
  3. Menggerutu, heran, kaget, hingga mencaci.
  4. Enjoy saja mendengarkan lagu-lagu mereka.
  5. Ada juga yang termotivasi dari kisah hidup mereka.
  6. Cemas atau mungkin gembira melihat apresiasi musik di masyarakat saat ini.
  7. Memanfaatkan setiap peluang sebagai komoditas bisnis. kembar
  8. Tidak peduli.

Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda. Nah dimana posisi anda?